Kisah Tukang Tambal Ban yang Berutang demi Haji Berbuah Manis, Kemenhaj dan UEA Lunasi Sisa Biaya
HIMPUHNEWS – Perjuangan seorang tukang tambal ban asal Kota Semarang untuk menunaikan ibadah haji akhirnya berbuah kebahagiaan. Setelah bertahun-tahun menabung dan bahkan rela berutang demi melunasi biaya keberangkatan, seluruh sisa utangnya kini dilunasi melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab (UEA).
Kabar tersebut disampaikan langsung Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat mengunjungi lapak tambal ban milik Sulaji di Semarang, Rabu (24/6).
Sulaji diketahui telah mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji sejak 2014. Selama lebih dari 10 tahun, ia menyisihkan penghasilannya sebagai tukang tambal ban untuk mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci.
Tak hanya mengandalkan tabungan, Sulaji juga mengikuti arisan sebagai upaya menambah biaya pelunasan. Namun, dana yang terkumpul masih belum mencukupi hingga menjelang keberangkatan. Demi memenuhi panggilan ibadah haji, ia akhirnya meminjam uang untuk menutup kekurangan biaya.
Dahnil mengatakan Kementerian Haji dan Umrah tengah mendata jemaah yang memiliki kisah perjuangan luar biasa sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang berjuang keras menunaikan ibadah haji.
"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj mendata jemaah yang pekerja keras, berusaha mempunyai niat tulus untuk berangkat haji. Kami memastikan bahwa para jemaah yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang," kata Dahnil di Semarang, Rabu (24/6/2026).
Utang Haji Dilunasi Lewat Kolaborasi Indonesia dan UEA
Menurut Dahnil, Sulaji menjadi gambaran semangat dan ketulusan masyarakat Indonesia dalam memenuhi panggilan ibadah. Karena itu, pemerintah bersama Pemerintah Persatuan Emirat Arab memberikan bantuan untuk melunasi sisa utang biaya hajinya.
"Pak Haji Sulaji adalah potret ketulusan dan kerja keras masyarakat Indonesia. Beliau menabung sejak 2014, berikhtiar melalui arisan, dan bahkan rela meminjam demi memenuhi panggilan Allah SWT," tutur Dahnil.
"Alhamdulillah, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu beliau sehingga kini Pak Haji Sulaji dapat menjalani kehidupan sebagai seorang haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban (utang) yang masih tersisa," lanjutnya.
Dahnil berharap bantuan tersebut tidak hanya memberikan ketenangan bagi Sulaji dan keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat tentang pentingnya kepedulian dan semangat gotong royong.
"Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan dan manfaat bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa," pungkas Dahnil.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

