Menhaj Ajak Seluruh Ekosistem Haji dan Umrah Bergerak dalam Satu Visi
HIMPUHNEWS — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan penguatan layanan haji dan umrah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem perhajian. Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki visi yang sama untuk menghadirkan pelayanan yang berkualitas sekaligus memberikan perlindungan kepada jemaah.
Pernyataan tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya membangun tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kepentingan jemaah.
“Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat,” ujar Gus Irfan.
Penguatan Industri Haji dan Umrah Jadi Prioritas
Gus Irfan mengatakan penguatan ekosistem industri haji dan umrah merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, menurutnya, seluruh pelaku dalam industri haji dan umrah dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan aspek pelayanan dan perlindungan terhadap jemaah.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun tata kelola industri yang profesional dan berkelanjutan.
Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi, baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, disebut sebagai fondasi utama agar penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dapat berjalan secara berkeadaban serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
Komitmen Tingkatkan Kualitas Penyelenggaraan Haji
Dalam kesempatan tersebut, Gus Irfan juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun.
Menurutnya, berbagai inovasi dan layanan yang telah terbukti berjalan baik akan terus dipertahankan. Sementara itu, sejumlah aspek yang masih memerlukan penyempurnaan akan menjadi fokus evaluasi dalam penyelenggaraan musim haji berikutnya.
“Menjaga dan mempertahankan pengalaman baik yang telah terbukti berhasil untuk terus diterapkan, serta mengambil pengalaman baru yang lebih baik guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji,” kata dia.
International Islamic Expo 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Jakarta Convention Center menjadi forum konsolidasi bagi berbagai pemangku kepentingan dalam industri haji dan umrah.
Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, lembaga keuangan syariah, pelaku industri halal, hingga mitra internasional untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem perhajian nasional.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

