Tahap 3 Terminal Umrah 2F Dipercepat, Jemaah Bisa Kebingungan Akibat Perubahan Jadwal!

HIMPUHNEWS – Keputusan mempercepat tahap ketiga perpindahan layanan keberangkatan jemaah umrah ke Terminal Khusus Haji dan Umrah 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta memunculkan tantangan baru. Di tengah upaya mempercepat transisi operasional, perubahan jadwal yang dilakukan hanya beberapa hari sebelum pelaksanaan dinilai berpotensi membingungkan calon jemaah apabila sosialisasi tidak berjalan optimal.
Semula, tahap ketiga perpindahan operasional dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026. Namun berdasarkan hasil evaluasi tahap pertama, jadwal tersebut dimajukan menjadi 10 Juli 2026 atau lima hari lebih awal.
Artinya, ribuan calon jemaah yang akan terbang menggunakan sejumlah maskapai internasional harus segera menyesuaikan informasi mengenai terminal keberangkatan mereka. Perubahan yang terjadi dalam waktu singkat juga menuntut kesiapan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), maskapai, perusahaan ground handling, hingga pengelola bandara agar informasi yang diterima jemaah tidak simpang siur.
Perubahan Jadwal Berpotensi Membingungkan Jemaah
Pelaksanaan layanan di Terminal 2F sendiri baru dimulai pada 1 Juli 2026 untuk melayani jemaah umrah rombongan yang menggunakan maskapai Loong Air, Hainan Airlines, dan Saudi Arabian Airlines.
Tahap kedua dilaksanakan pada 8 Juli 2026 bagi jemaah yang menggunakan Scoot dan Turkish Airlines. Sementara itu, tahap ketiga yang semula dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli kini dimajukan menjadi 10 Juli 2026 untuk melayani Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways.
Perubahan tersebut mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE DJPU 12 Tahun 2026 serta Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nomor SE-153/BN/2026.
Meski hanya bergeser lima hari, perubahan ini tetap membutuhkan penyampaian informasi secara cepat kepada seluruh calon jemaah. Pasalnya, sebagian besar jemaah memperoleh informasi keberangkatan melalui PPIU, bukan langsung dari pihak bandara.
Apabila sosialisasi tidak dilakukan secara menyeluruh, terdapat potensi sebagian jemaah datang ke terminal yang keliru atau belum mengetahui adanya perubahan lokasi keberangkatan. Risiko tersebut dapat berdampak pada proses check-in, pengurusan bagasi, hingga keberangkatan, terutama bagi jemaah lanjut usia maupun mereka yang baru pertama kali menunaikan ibadah umrah.
Evaluasi Positif Jadi Alasan Percepatan
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan percepatan dilakukan setelah evaluasi tahap pertama menunjukkan hasil yang positif.
“Evaluasi pelaksanaan tahap pertama menunjukkan bahwa proses keberangkatan jemaah melalui Terminal 2F berjalan dengan baik. Seluruh pemangku kepentingan mampu berkolaborasi secara optimal sehingga penyesuaian jadwal tahap berikutnya dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan kesiapan operasional serta kualitas pelayanan kepada jemaah,” ujar Heru dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Heru, percepatan pelaksanaan tahap ketiga juga telah mempertimbangkan kesiapan operasional maskapai, penyelenggara layanan kebandarudaraan, perusahaan ground handling, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses layanan.
Keberhasilan Transisi Tak Hanya Soal Operasional
Meski pengelola bandara menyatakan seluruh pemangku kepentingan telah siap, keberhasilan perpindahan layanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan operasional di sisi bandara. Efektivitas komunikasi kepada PPIU dan calon jemaah juga menjadi faktor penting agar perubahan jadwal tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Semakin banyak maskapai yang dipusatkan di Terminal 2F, semakin besar pula kebutuhan akan koordinasi yang solid, mulai dari penyampaian informasi, pengaturan arus jemaah, hingga pelayanan di area keberangkatan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar proses transisi berlangsung lancar.
“Kami terus memperkuat koordinasi bersama regulator, maskapai, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), ground handling, dan seluruh stakeholder agar proses transisi berjalan lancar. Tujuan utamanya adalah menghadirkan layanan yang semakin nyaman, tertib, dan efisien bagi seluruh jemaah sejak tiba di bandara hingga keberangkatan menuju Tanah Suci,” pungkas Heru.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
