himpuh.or.id

Calon Jemaah Kaget Jadwal Haji Mundur, Kemenhaj Buka Suara

Kategori : Berita, Ditulis pada : 08 Juli 2026, 08:00:01

IMG_3587.jpeg

HIMPUHNEWS – Perubahan estimasi tahun keberangkatan haji di aplikasi resmi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memicu kebingungan di kalangan calon jemaah. Sejumlah pengguna melaporkan perkiraan jadwal keberangkatan mereka bergeser satu hingga dua tahun setelah melakukan pengecekan pada Juli 2026.

Meski ramai diperbincangkan, perubahan tersebut tidak dialami seluruh calon jemaah. Sebagian pengguna mengaku estimasi keberangkatan mereka masih sama seperti saat pertama kali mendaftar.

Salah satu calon jemaah yang mengalami perubahan adalah Agung, warga Provinsi Jawa Barat. Ia dan istrinya mendaftarkan diri sebagai calon jemaah haji pada 2023.

“Daftar 2023. Awalnya 2047 (estimasi keberangkatannya waktu dicek) saat mendaftar. Setelah 2025 ada Kemenhaj jadi 2048,” ujarnya dilansir detikHikmah, Selasa (7/7/2026).

Saat kembali mengecek melalui aplikasi Haji Pintar pada 2026, Agung kembali mendapati perubahan pada estimasi keberangkatannya.

“Sekarang mundur lagi jadi 2049,” sebutnya.

Kemenhaj: Estimasi Berdasarkan Waiting List dan Kuota

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian Haji dan Umrah, Farosa, menegaskan bahwa estimasi keberangkatan yang muncul di sistem bukan merupakan jadwal tetap, melainkan hasil perhitungan berdasarkan daftar tunggu (waiting list) dan kuota haji pada tahun berjalan.

“Perhitungan estimasi keberangkatan didasarkan pada jumlah waiting list dan kuota jemaah haji pada tahun berjalan,” ujarnya kepada detikHikmah, Selasa (7/7/2026).

Farosa menjelaskan, waiting list merupakan daftar seluruh calon jemaah yang telah mendaftar namun belum berangkat maupun belum membatalkan pendaftaran.

“Waiting list sendiri didefinisikan sebagai daftar jemaah mendaftar namun belum batal atau belum berangkat,” tambah Farosa.

Posisi Daftar Tunggu Terus Bergerak

Menurut Farosa, selama proses operasional penyelenggaraan ibadah haji berlangsung, posisi waiting list akan terus berubah seiring pemberangkatan jemaah ke Tanah Suci.

“Pada saat operasional haji, saat jemaah mulai berangkat, urutan waiting list menjadi maju.”

Perubahan posisi daftar tunggu tersebut membuat estimasi tahun keberangkatan pada sistem ikut mengalami penyesuaian.

“Jemaah yang seharusnya berangkat pada tahun 2027, secara estimasi menjadi 2026, demikian seterusnya,” beber Farosa.

Ia menambahkan, setelah seluruh operasional haji pada tahun berjalan selesai, sistem kembali diperbarui dengan menjadikan tahun berikutnya sebagai dasar awal perhitungan estimasi.

“Setelah operasional haji 2026 selesai, setting tahun awal diupdate menjadi tahun 2027, sehingga semua jemaah haji yang semula terdata 2026 saat operasional haji, menjadi 2027, demikian seterusnya,” pungkasnya.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id