himpuh.or.id

Dokumen Sejarah Ungkap Kisah di Balik Mushaf Al-Qur'an Pertama Produksi Saudi Pada 1950

Kategori : Berita, Ditulis pada : 07 Juli 2026, 10:00:52

12c2320b20b0-71809.jpg

HIMPUHNEWS – Upaya Arab Saudi memperkuat perannya sebagai pusat pelayanan umat Islam ternyata telah dimulai sejak awal berdirinya kerajaan. Salah satu tonggak pentingnya adalah pencetakan mushaf Al-Qur'an pertama yang diproduksi di Makkah pada 1950, sebuah langkah yang kemudian menjadi bagian dari penyebaran Al-Qur'an ke jutaan umat Islam dari berbagai negara.

Dokumen sejarah yang dipublikasikan Yayasan Raja Abdulaziz dan dilansir kantor berita Saudi (SPA) menyebutkan, perhatian terhadap Al-Qur'an telah menjadi salah satu prioritas Kerajaan Arab Saudi sejak masa Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud.

Sejak penyatuan Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz menjadikan Al-Qur'an sebagai dasar pendidikan sekaligus pedoman kehidupan bermasyarakat. Pemerintah juga memberikan dukungan terhadap halaqah tahfiz Al-Qur'an serta memuliakan para penghafal Al-Qur'an sebagai bagian dari pelayanan terhadap Islam dan umat Muslim.

Berawal dari Naskah Karya Syekh Mohammed Taher Al-Kurdi

Gagasan mencetak mushaf Al-Qur'an produksi Saudi bermula setelah pemerintah menerima naskah tulisan tangan Al-Qur'an karya Syekh Mohammed Taher Al-Kurdi, yang dikenal sebagai salah satu kaligrafer Al-Qur'an terkemuka pada era modern.

Untuk memastikan keakuratan penulisannya, pemerintah membentuk komite khusus yang beranggotakan para ulama ahli qiraat di Makkah. Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di bawah pengawasan Presidensi Umum untuk Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah, dan Bimbingan guna memastikan kesesuaian mushaf dengan kaidah resmi penulisan Al-Qur'an.

Raja Faisal Perintahkan Proses Percetakan

Setelah proses penyusunan selesai, mushaf tersebut diserahkan kepada Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud yang saat itu menjabat sebagai Deputi Raja di Hijaz. Raja Faisal kemudian memberikan dukungan penuh dan memerintahkan dimulainya proses percetakan.

Edisi perdana mushaf diterbitkan pada 1369 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1950 Masehi. Salinan pertama dipersembahkan kepada Raja Abdulaziz, sementara sejumlah mushaf lainnya diberikan kepada putra-putranya dan para ulama.

Pada sampul mushaf tertulis:

"Al-Qur'an Makkah, ditulis oleh Mohammed Taher Al-Kurdi, pengajar kaligrafi di Direktorat Jenderal Pendidikan Makkah, dicetak atas biaya Perusahaan Al-Qur'an Makkah pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz."

Dibagikan kepada Jutaan Jamaah Haji

Mushaf produksi Saudi kemudian didistribusikan kepada jutaan jamaah haji dari berbagai negara yang datang ke Tanah Suci. Distribusi tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pelayanan keagamaan Arab Saudi sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat pelayanan Al-Qur'an dan penjaga dua kota suci umat Islam.

Dokumen sejarah tersebut juga menyebut pencetakan mushaf pada 1950 menjadi fondasi sebelum berdirinya Kompleks Percetakan Al-Qur'an Raja Fahd di Madinah, yang saat ini dikenal sebagai salah satu pusat percetakan mushaf Al-Qur'an terbesar di dunia.

Kini, mushaf tersebut dikenal sebagai King Abdulaziz Quran dan dipandang sebagai simbol sejarah nasional Arab Saudi sekaligus bukti kesinambungan perhatian kerajaan terhadap pelestarian dan penyebarluasan Al-Qur'an bagi umat Islam di seluruh dunia.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id