himpuh.or.id

ASN Kemenhaj Diminta Jaga Integritas, Stop Jadikan Jemaah Haji Sebagai Komoditas!

Kategori : Berita, Ditulis pada : 07 Juli 2026, 11:00:51

7b7f1784-6aa1-49f3-af1b-2dc908b590d3-1783352575383.jpg

HIMPUHNEWS – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen mengakhiri praktik yang menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi. Menurutnya, jutaan calon jemaah merupakan amanah negara yang harus dilayani secara adil, profesional, dan bermartabat, bukan diperlakukan sebagai objek bisnis.

Penegasan itu disampaikan Dahnil saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M dan Retret Kemenhaj di Lapangan Makodau I, Jakarta, Minggu (6/7/2026).

"Jangan pernah menjadikan jemaah haji dan umrah sebagai komoditas. Mereka bukan objek untuk diperdagangkan atau dimanfaatkan. Mereka adalah subjek perubahan, subjek transformasi peradaban dan keadaban. Era Kemenhaj adalah era yang mengakhiri praktik menjadikan jemaah sebagai komoditas," ujarnya.

Menurut Dahnil, lebih dari 5,7 juta masyarakat Indonesia yang masih menunggu giliran berangkat haji merupakan amanah besar yang wajib dijaga oleh negara. Karena itu, seluruh kebijakan dan pelayanan Kementerian Haji harus berorientasi pada kepentingan jemaah.

Integritas Jadi Fondasi Transformasi Kemenhaj

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Dahnil menegaskan bahwa integritas menjadi fondasi utama transformasi Kementerian Haji dan Umrah. Ia menilai tidak boleh ada ruang bagi praktik manipulasi, rente, maupun penyalahgunaan kewenangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Kalau ada kementerian yang seharusnya benar-benar bersih dari praktik manipulasi dan praktik rente, maka kementerian itu adalah Kemenhaj. Mimpi terbesar mayoritas umat Islam Indonesia adalah bisa menunaikan ibadah haji. Jika amanah itu dikhianati, maka yang dikhianati bukan hanya rakyat, tetapi juga amanah Allah dan diri kita sendiri," tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola haji yang bersih dan berintegritas.

Aparatur Diminta Fokus Melayani Jemaah

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota, pengelola asrama haji, serta seluruh aparatur yang terlibat dalam penyelenggaraan haji 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan agar berbagai apresiasi yang diterima tidak membuat seluruh jajaran cepat berpuas diri.

"Terima kasih kepada seluruh Kepala Kanwil, Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota, dan Kepala Asrama haji. Saudara sekalian adalah ujung tombak kesuksesan penyelenggaraan haji tahun 2026. Banyak apresiasi yang telah kita terima. Namun sebagaimana disampaikan Bapak Menhaj, cukup sudah pujian dan apresiasi. Kini saatnya kita terus mengoreksi diri dan berbenah tanpa henti. Yang harus selalu menjadi fokus kita adalah bekerja sepenuhnya untuk jemaah haji Indonesia," tegasnya.

Dahnil juga mengingatkan seluruh insan Kemenhaj memegang tiga amanah besar, yakni amanah dari Allah SWT, amanah dari jemaah haji sekaligus rakyat Indonesia, serta amanah dari Presiden Republik Indonesia.

"Tiga amanah ini harus kita selesaikan dengan penuh tanggung jawab. Setiap kebijakan dan pelayanan yang kita lakukan harus berorientasi pada kepentingan jemaah dan kemaslahatan bangsa," ujarnya.

 

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id