
HIMPUHNEWS -Menjalankan ibadah umrah di Makkah dan Madinah tidak hanya memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, tetapi juga membuka kesempatan untuk menjelajahi kelezatan kuliner lokal.
Arab Saudi memiliki beragam hidangan otentik yang kaya akan rempah serta cerminan tradisi masyarakat setempat.
Bagi Anda yang sedang atau akan menunaikan ibadah umrah, berikut ini tujuh kuliner khas Arab Saudi yang wajib dicoba selain nasi kebuli:
1. Kabsa (Nasi Berbumbu Rempah khas Arab Saudi)
Kabsa merupakan hidangan nasional Arab Saudi yang paling populer dan sangat disukai masyarakat lokal maupun wisatawan. Makanan ini terdiri dari nasi rempah beraroma khas yang dimasak menggunakan campuran kapulaga, kayu manis, cengkeh, dan saffron. Kabsa disajikan bersama pelengkap daging ayam, kambing, hingga daging unta. Hidangan ini sangat mudah ditemukan di berbagai restoran dan hotel di kawasan Makkah maupun Madinah.
2. Nasi Mandi (Sajian Daging Lembut Porsi Besar)
Nasi Mandi merupakan salah satu santapan favorit jemaah Indonesia karena memiliki aroma rempah yang lebih ringan dibandingkan Kabsa. Proses pengolahannya dilakukan secara perlahan hingga menghasilkan tekstur daging yang sangat lembut dan mudah dipisahkan dari tulangnya. Nasi Mandi umumnya disajikan dalam porsi besar di atas piring lebar sehingga sangat cocok dinikmati secara bersama-sama setelah beribadah.
3. Mutabbaq (Martabak Lipat Gurih khas Arab)
Bagi jemaah yang mencari camilan gurih dan mengenyangkan usai beribadah di masjid, Mutabbaq adalah pilihan yang tepat. Makanan ini berbentuk martabak lipat yang diisi daging cincang, telur, daun bawang, serta rempah-rempah khas. Mutabbaq sangat mudah dijumpai dalam kondisi hangat di pedagang sekitar area Masjidil Haram Makkah maupun kawasan Madinah.
4. Shawarma (Gulungan Daging Roti Pita)
Shawarma adalah sajian populer berupa gulungan roti pita bundar yang diisi dengan irisan daging berbumbu seperti ayam, sapi, domba, atau kalkun. Makanan yang sekilas mirip dengan kebab ini dipadukan dengan saus serta bahan pelengkap lainnya, menjadikannya pilihan makanan cepat saji yang praktis untuk digenggam.
5. Jareesh atau Harres (Bubur Gandum Tradisional Berkaldu)
Jareesh atau Harres adalah sajian bubur gandum tradisional kaya sejarah yang dimasak bersama kaldu daging atau ayam hingga bertekstur sangat lembut. Olahan ini dibumbui rempah seperti kapulaga dan peterseli, menghasilkan cita rasa gurih dan hangat yang cukup ringan di perut jemaah umrah.
6. Maamoul (Kue Semolina Isi Kurma untuk Oleh-Oleh)
Jika Anda mencari camilan manis sekaligus oleh-oleh untuk keluarga di tanah air, kue Maamoul sangat direkomendasikan. Kue bertekstur lembut ini terbuat dari tepung semolina dengan isian kurma, kacang pistachio, atau kenari. Selain rasanya manis dan pas, Maamoul memiliki daya tahan yang lama serta dikemas secara menarik di berbagai toko oleh-oleh Makkah dan Madinah.
7. Falafel (Olahan Nabati dari Kacang Arab)
Bagi jemaah yang menggemari olahan berbasis tumbuhan atau vegetarian, Falafel menjadi hidangan yang patut dicoba. Makanan cepat saji ini terbuat dari adonan kacang arab dan tepung yang dibumbui rempah khas, lalu dibentuk menjadi bola-bola kecil dan digoreng. Falafel biasanya disajikan bersama selada, acar, dan saus khas Timur Tengah. (MHS)
Bagikan:
Komentar
Belum ada komentar pada posting ini.