Saudi Moratorium Izin Penginapan Musiman di Tanah Suci Jelang Haji 2026

HIMPUHNEWS - Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara penerbitan izin penambahan kapasitas hotel dan penginapan musiman di dua kota suci. Kebijakan ini diberlakukan sejak awal Februari 2026 sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Haji 1447 Hijriah/2026 M.
Melalui Kementerian Pariwisata Arab Saudi, otoritas setempat menutup dua jenis pengajuan sekaligus, yakni penambahan kamar atau tempat tidur hotel serta pendaftaran izin nuzul—penginapan musiman yang biasanya beroperasi khusus selama musim haji—di Mekkah dan Madinah.
Kementerian Pariwisata Saudi melalui akun X nya @Saudi_MT menyatakan penghentian izin ini bertujuan menahan pertumbuhan kapasitas baru di kawasan haramain. Saudi memilih menata dan mengoptimalkan akomodasi yang telah tersedia ketimbang membuka izin tambahan yang berpotensi menambah kepadatan jemaah.
Dengan membatasi ekspansi, otoritas berharap pengaturan arus tamu dapat berlangsung lebih tertib, sekaligus menjaga stabilitas layanan selama periode puncak ibadah haji.
Pengawasan Keselamatan Diperketat
Seiring kebijakan tersebut, otoritas pariwisata Saudi menggandeng lembaga keselamatan, termasuk pertahanan sipil dan pengawas teknis, untuk memperketat inspeksi bangunan dan sistem keamanan hotel. Pemeriksaan kelayakan operasional menjadi fokus utama guna memastikan seluruh fasilitas siap menampung jemaah dalam jumlah besar.
Pendekatan ini menegaskan prioritas Saudi pada aspek keselamatan dan keamanan jemaah, dengan mewajibkan seluruh akomodasi memenuhi standar teknis yang ditetapkan.
Kebijakan penghentian izin tidak berdampak pada hotel dan apartemen yang telah mengantongi perizinan. Seluruh fasilitas yang sudah beroperasi tetap melayani jemaah secara normal tanpa penutupan.
Langkah ini murni menghentikan permohonan baru, bukan membatasi aktivitas usaha yang sedang berjalan.
Moratorium ini mencerminkan pergeseran pendekatan Saudi dalam pengelolaan akomodasi haji. Jika sebelumnya sektor perhotelan berkembang melalui ekspansi kamar dan izin musiman, kini pemerintah memilih menstabilkan sistem dengan mengutamakan kualitas layanan dan mitigasi risiko kepadatan.
Bagi pelaku usaha, kebijakan ini berarti penundaan rencana ekspansi hingga musim haji selesai. Namun, stabilisasi dinilai penting untuk menjaga mutu layanan dan keselamatan jutaan jemaah.
Dampak Tak Langsung ke Jemaah Indonesia
Bagi jemaah Indonesia, dampaknya bersifat tidak langsung. Dengan kapasitas kamar yang tidak bertambah signifikan, persaingan pemesanan hotel berpotensi lebih ketat dan harga akomodasi bisa meningkat pada masa puncak. Di sisi lain, jemaah diharapkan merasakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Kebijakan ini menegaskan komitmen Saudi untuk menempatkan keselamatan dan kenyamanan jemaah di atas kepentingan ekspansi komersial, demi penyelenggaraan Haji 1447 H yang lebih profesional dan minim risiko.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
