Kemenhaj Wajibkan Pembayaran Dam Lewat Jalur Resmi, Jamaah Dilarang Beli Hewan Sendiri

HIMPUHNEWS - Pemerintah terus memperketat tata kelola ibadah haji seiring meningkatnya jumlah jamaah yang sudah tiba di Tanah Suci. Hingga awal Mei, puluhan ribu jamaah Indonesia telah diberangkatkan, sementara layanan kesehatan dan pergerakan antar kota terus dipantau ketat untuk memastikan kelancaran ibadah.
Di tengah proses tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jamaah agar mematuhi aturan pembayaran dam dengan menggunakan mekanisme resmi yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.
Wajib Lewat Adhahi, Dilarang Beli Sendiri
"Jamaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi wajib menggunakan Adhahi. Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar mekanisme resmi, termasuk membeli sendiri hewan di pasar," kata Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh. Hasan Afandi dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.
Dam merupakan denda yang wajib dibayarkan jamaah karena melanggar larangan atau meninggalkan kewajiban dalam ibadah haji. Kewajiban ini antara lain berlaku bagi jamaah yang menjalankan haji tamattu’, yakni melaksanakan umrah terlebih dahulu sebelum berhaji.
Kemenhaj menegaskan penggunaan sistem resmi seperti Adhahi bertujuan memastikan pelaksanaan dam berjalan sesuai syariat sekaligus tertib secara administratif.
Pergerakan Jamaah Berjalan Lancar
Di sisi lain, Hasan menyampaikan bahwa operasional penyelenggaraan haji hingga hari ke-12 berjalan lancar. Proses pemberangkatan, kedatangan, hingga mobilisasi jamaah dari Madinah ke Makkah disebut berlangsung tertib.
Berdasarkan data hingga Jumat (1/5), sebanyak 175 kelompok terbang (kloter) atau 68.082 jamaah dan 697 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, 165 kloter yang terdiri atas 64.129 jamaah dan 657 petugas telah tiba di Madinah. Sementara itu, 19 kloter dengan total 7.387 jamaah dan 76 petugas telah berada di Makkah.
"Seluruh proses terus kami kawal agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jamaah," katanya.
Petugas juga disiagakan di berbagai titik layanan untuk memastikan pergerakan jamaah tetap aman. Pemerintah turut menyiapkan layanan kesehatan bagi jamaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
Data Kemenhaj mencatat 5.576 jamaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 105 orang dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia dan 125 orang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi.
Sebanyak 39 jamaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi karena masalah kesehatan. Selain itu, jumlah jamaah wafat tercatat bertambah dua orang menjadi total tujuh orang.
Kemenhaj mengimbau jamaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah. Jamaah diminta tidak membawa barang berlebihan, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengatur waktu aktivitas ke masjid.
Selain itu, jamaah juga diminta segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan selama di Tanah Suci
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku
