Garuda Tambah Armada Pesawat, Siap Layani Lebih Banyak Jemaah Haji dan Umrah
HIMPUHNEWS - Maskapai nasional PT Garuda Indonesia (Persero) memperkuat dukungannya terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dengan menambah kekuatan armada pesawat. Langkah tersebut dilakukan seiring tingginya performa ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) penerbangan haji yang mencapai 98 persen pada musim haji 1447 H/2026 M.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Glenny Kairupan, mengatakan penambahan armada menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi jemaah Indonesia.
"Dari kami, Garuda untuk mendukung umrah, kita akan menambahkan kekuatan pesawat. Khusus untuk jamaah haji tahun ini, OTP kita mencapai 98 persen," kata Glenny dalam konferensi pers optimalisasi penerbangan haji di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Buka Peluang Rute Internasional Baru
Selain menambah armada, Garuda Indonesia juga mulai mengimplementasikan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk mengoptimalkan operasional penerbangan.
Melalui kerja sama tersebut, pesawat Garuda yang telah mengantarkan jemaah haji tidak lagi hanya melayani penerbangan kembali ke Indonesia. Armada tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk melayani rute ke negara lain.
"Nanti setelah kembali dari haji itu kita bisa melayani jamaah bukan hanya kembali ke Jakarta, tapi bisa juga ke Turki, bisa juga ke Malaysia, dan ini akan meningkatkan juga promosi kita, khususnya untuk pariwisata," kata dia menambahkan.
Pemerintah Targetkan Garuda Angkut 50 Persen Jemaah Umrah
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan pemerintah ingin memperkuat peran maskapai nasional dalam melayani perjalanan ibadah masyarakat Indonesia.
Menurutnya, pemerintah menargetkan Garuda Indonesia mampu mengangkut sedikitnya 50 persen dari sekitar 3 juta jemaah umrah asal Indonesia setiap tahun.
Target tersebut menyusul diterbitkannya izin dari otoritas penerbangan Arab Saudi, General Authority of Civil Aviation (GACA), yang memperbolehkan Garuda Indonesia memanfaatkan penerbangan kosong (empty leg) saat pesawat carter haji kembali dari Arab Saudi.
Potensi Pergerakan Jemaah Capai 3,2 Juta Orang
Dahnil menjelaskan, penguatan maskapai nasional dilakukan dengan mempertimbangkan besarnya potensi perjalanan masyarakat Indonesia ke Arab Saudi yang mencapai sekitar 3,2 juta orang setiap tahun.
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah, jumlah tersebut terdiri atas sekitar 3 juta jemaah umrah dan 221.000 jemaah haji, dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp120 triliun hingga Rp180 triliun per tahun.
Melihat besarnya potensi tersebut, Presiden meminta pembentukan tim khusus (task force) lintas kementerian bersama Garuda Indonesia untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi bagi Indonesia.
"Presiden meminta kepada Garuda, Menteri Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Haji untuk membuat task force meminimalisasi cash outflow agar ketimpangan aliran dana keluar tersebut tidak terlalu besar," kata Dahnil.
Ia berharap penguatan maskapai nasional dapat menghadirkan layanan penerbangan haji dan umrah yang semakin baik, sekaligus lebih efisien dan ekonomis bagi masyarakat Indonesia.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

