Arab Saudi Gelontorkan Rp70 Triliun untuk Bangun Tujuh Kawasan Baru di Makkah
HIMPUHNEWS -- Pemerintah Arab Saudi terus mempercepat pembangunan Kota Makkah melalui investasi besar di sektor perkotaan. Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci (Royal Commission for Makkah City and Holy Sites) mengalokasikan dana sebesar SR16,3 miliar atau sekitar US$4,3 miliar untuk mengembangkan tujuh kawasan strategis di kota suci tersebut.
Program pembangunan itu merupakan bagian dari Developed Districts Program yang mencakup area seluas lebih dari 4,4 juta meter persegi.
Berdasarkan keterangan yang dikutip dari Saudi Press Agency (SPA), tujuh lokasi pengembangan tersebut berada di kawasan Jarham, Al-Khalidiyah, Al-Hajlah, Al-Hindawiyah, dan Al-Zohour.
Pengumuman proyek disampaikan dalam seremoni penandatanganan kontrak pengembangan yang digelar pada Rabu. Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan optimisme Komisi Kerajaan terhadap masa depan pembangunan perkotaan di Makkah.
Libatkan Sejumlah Pengembang Besar
Komisi Kerajaan menyatakan proyek-proyek tersebut akan dikerjakan oleh sejumlah perusahaan pengembang properti dan perusahaan investasi.
Beberapa perusahaan yang terlibat antara lain Maad International, AlRajhi United, ZOOD, Mohammad Abdulaziz Al-Habib and Sons Holding Co., serta Jadwa Investment.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan kawasan baru yang lebih modern dan terintegrasi.
Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Kualitas Hidup
Menurut Komisi Kerajaan, program pengembangan kawasan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Makkah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, proyek ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat pembangunan berkelanjutan di kota suci umat Islam tersebut.
Saat ini, Makkah dihuni sekitar 2,7 juta penduduk. Kota yang berada di wilayah Hijaz itu juga menjadi lokasi Masjidil Haram, salah satu tempat paling suci bagi umat Islam.
Setiap tahun sekitar 1,5 juta umat Islam menunaikan ibadah haji di Makkah, sementara sekitar 16 juta lainnya datang untuk melaksanakan ibadah umrah.
Mohon untuk memberikan komentar dengan jelas, sopan, dan bijaksana
Segala tulisan di ruang publik dapat meninggalkan jejak digital yang sulit dihilangkan
Segala tulisan yang memberikan sentimen negatif terkait SARA, ujaran kebencian, spamming, promosi, dan berbagai hal yang bersifat provokatif atau melanggar norma dan undang-undang dapat diproses lebih lanjut sesuai undang-undang yang berlaku

