himpuh.or.id

Perdokhi Usul Bentuk Klinik Terpadu Kesehatan Haji, Calon Jamaah Disiapkan Tak Sekadar Fit to Fly

Kategori : Berita, Ditulis pada : 06 Agustus 2026, 07:00:33

 

KKHI-Madinah-2026-1024x568-1.jpg

HIMPUHNEWS — Persiapan kesehatan calon jamaah haji dinilai perlu bergeser dari sekadar memastikan kelayakan terbang (fit to fly) menjadi kesiapan menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji (fit to Hajj). Untuk mewujudkan hal tersebut, Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) mendorong pengembangan Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (KTKHU) sebagai model pembinaan kesehatan yang lebih menyeluruh.

Penguatan konsep tersebut akan menjadi fokus dalam Workshop Bimbingan Teknis Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah (KTKHU) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026 di Auditorium Universitas YARSI, Jakarta. Kegiatan itu digelar secara luring dan daring sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan kesehatan calon jamaah haji Indonesia.

Integrasikan Aspek Medis hingga Pembinaan Ibadah

Ketua Umum Perdokhi, dr Syarief Hasan Lutfie, menjelaskan bahwa KTKHU dirancang sebagai model pelayanan yang mengintegrasikan berbagai aspek pembinaan kesehatan sehingga calon jamaah memperoleh pendampingan secara berkelanjutan.

"Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah merupakan model pembinaan kesehatan yang mengintegrasikan aspek medis, kebugaran, rehabilitasi, edukasi kesehatan, serta pembinaan ibadah secara berkesinambungan."

Menurutnya, pendekatan tersebut disusun secara lebih personal dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing calon jamaah. Tujuannya bukan hanya memastikan jamaah dalam kondisi sehat saat berangkat ke Tanah Suci, tetapi juga mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik.

"Melalui pendekatan yang lebih personal dan berbasis kebutuhan jamaah, kami ingin memastikan setiap calon jamaah tidak hanya sehat untuk berangkat (fit to fly), tetapi juga benar-benar siap menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji secara aman, mandiri, dan optimal (fit to Hajj),”

Pendekatan Berbasis Kondisi Setiap Jamaah

Dalam implementasinya, Klinik Terpadu Kesehatan Haji dan Umrah dikembangkan dengan mengintegrasikan pembinaan istitha'ah kesehatan atau kemampuan fisik (badaniah), pengendalian penyakit kronis, peningkatan kebugaran, rehabilitasi medik, edukasi kesehatan, hingga pembinaan ibadah yang disesuaikan dengan kondisi klinis serta kapasitas fungsional setiap calon jamaah.

Model pelayanan tersebut juga memadukan penilaian berbasis International Classification of Diseases (ICD) dan International Classification of Functioning, Disability and Health (ICF-WHO). Pendekatan ini diharapkan membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing jamaah.

Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan

Perdokhi menilai peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi sistem istitha'ah kesehatan yang berorientasi pada jamaah atau person-centered care. Karena itu, workshop tersebut diselenggarakan untuk membekali tenaga kesehatan dengan konsep serta standar pelayanan KTKHU.

Melalui pelatihan tersebut, Perdokhi berharap terbentuk sistem pembinaan kesehatan yang mampu menghasilkan calon jamaah haji Indonesia yang lebih sehat, bugar, serta siap menjalankan ibadah secara aman dan mandiri.

Selain Workshop Bimbingan Teknis KTKHU, Perdokhi juga akan menggelar Pelatihan Dokter Haji Khusus Batch IVpada 4–6 September 2026. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dokter yang akan memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah haji khusus.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id