himpuh.or.id

Sambut Haji Gelombang II, PPIH Siapkan Buggy Car hingga Klinik Kesehatan di Bandara Jeddah

Kategori : Berita, Ditulis pada : 07 Mei 2026, 07:00:30

tDadGtANBT6EbMkiHT1GisXxucUdAybWyJu6WB2x.jpg

HIMPUHNEWS - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai mematangkan persiapan penyambutan jamaah calon haji (JCH) Indonesia gelombang II yang dijadwalkan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, mulai Jumat (8/5). Sejumlah fasilitas tambahan disiapkan, mulai dari buggy car atau mobil golf, kendaraan khusus disabilitas, hingga layanan kesehatan di area bandara.

Langkah tersebut dilakukan menyusul perbedaan pola layanan kedatangan jamaah gelombang II dibanding fase sebelumnya. Jika pada gelombang I jamaah mendarat di Madinah, maka jamaah gelombang II akan langsung menuju Makkah untuk menjalani umrah wajib.

Mobil Khusus Lansia dan Disabilitas Disiapkan

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Jeddah Abdul Basir mengatakan fasilitas buggy car dan kendaraan khusus disabilitas disiapkan setelah PPIH berkoordinasi dengan pihak Nusuk Marhaba.

“Fasilitas disiapkan untuk menunjang pergerakan jamaah. Kami juga berkoordinasi menyediakan mobil khusus lansia dan disabilitas agar proses perpindahan di bandara lebih mudah dan cepat,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Abdul Basir, keberadaan fasilitas tersebut penting untuk mempercepat mobilitas jamaah, terutama kelompok lanjut usia (lansia), di tengah padatnya alur layanan kedatangan di Bandara Jeddah.

Ia menjelaskan jamaah calon haji yang tiba di Jeddah nantinya akan langsung diberangkatkan ke Makkah. Karena itu, jamaah diminta sudah mengenakan kain ihram sejak dari asrama haji atau embarkasi di Indonesia.

Penggunaan kain ihram sejak keberangkatan dinilai penting guna menghemat waktu dan mempercepat proses perpindahan jamaah setibanya di Arab Saudi.

Dua Jalur Layanan Kedatangan Jamaah

PPIH juga membagi layanan kedatangan jamaah menjadi dua skema. Untuk jamaah dari embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar yang menggunakan layanan fast track, jamaah akan langsung diarahkan menuju bus menuju Makkah.

Sementara itu, jamaah yang masuk melalui jalur reguler akan diarahkan terlebih dahulu ke ruang tunggu berpendingin udara untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Skema tersebut disiapkan untuk mengurangi kepadatan serta menjaga kondisi fisik jamaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Indonesia menuju Arab Saudi.

Selain kesiapan transportasi, faktor cuaca di Jeddah juga menjadi perhatian PPIH. Abdul Basir mengingatkan suhu udara di Jeddah lebih panas dan lembap dibanding Madinah sehingga jamaah lebih rentan mengalami dehidrasi.

“Jamaah harus selalu memperbanyak minum, tidak harus menunggu haus untuk minum,” katanya.

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan, PPIH turut menyiagakan klinik kesehatan tingkat pertama di area bandara. Klinik tersebut disiapkan sebagai tempat observasi awal bagi jamaah yang membutuhkan penanganan medis sebelum melanjutkan perjalanan darat sekitar satu jam menuju Makkah.

Abdul Basir memastikan kesiapan layanan penyambutan jamaah calon haji Indonesia di Bandara Jeddah kini telah mencapai 90 persen. PPIH saat ini tinggal menyelesaikan koordinasi akhir dengan Kementerian Haji Arab Saudi.

Seluruh fasilitas pendukung ditargetkan siap beroperasi penuh pada Jumat (8/5) pukul 06.30 waktu setempat.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id