Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus

Diskusi Rencana Penyelenggaraan Umrah 1442H

Kategori : Kegiatan, Persiapan Umrah 1442 H, Ditulis pada : 22 Juli 2020, 09:39:56

CATATAN DISKUSI DARING (22 JULI 2020)

“PERKEMBANGAN PENYELENGGARAAN IBADAH UMRAH 1442 H”

 

Diskusi dihadiri oleh :

  • Direktur Pembinaan Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI
  • Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemenag RI
  • Kasubdit Umroh Kemenag RI
  • Kasubdit Haji Khusus Kemenag RI
  • Konsul Haji KJRI Jeddah
  • Pimpinan asosiasi Himpuh, Asphurindo, Amphuri, Sapuhi, Kesthuri
  • Partisipan lainnya dari unsur asosiasi

Agenda : Perkembangan penyelenggaraan ibadah Umrah 1442 H

Terdapat dua isu utama diskusi :

  1. Jamaah umrah ex penutupan Umrah 27 Februari 2020.
  2. Rencana Pelaksanaan umrah 1442 H.

 

Kesimpulan diskusi :

  1. Sampai saat ini masih belum ada informasi resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tentang penyelenggaraan ibadah Umrah 1442 H.
  2. Jamaah yang tertunda keberangkatan akibat larangan berkunjung untuk Umrah dan ziarah pada 27 Februari 2020, menjadi prioritas untuk diberangkatkan.
  3. Dimungkinkan adanya penambahan biaya perjalanan Umrah bagi jamaah yang tertunda akibat adanya kenaikan pajak dan kebijakan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi.
  4. PPIU dapat mempersiapkan keberangkatan Ibadah Umrah bagi jamaahnya berupa penjadwalan keberangkatan, namun dihimbau untuk tidak mencantumkan harga paket layanan mengingat belum jelasnya kapan keberangkatannya.
  5. Maskapai penerbangan siap memberangkatkan jamaah Umrah saat pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuka penyelenggaraan ibadah Umrah. Untuk maskapai Garuda Indonesia tidak ada tambahan biaya untuk jamaah yang melakukan reschedule (bagi jamaah yang sudah issued tiket). Untuk Saudi Airlines jamaah diimbau untuk melakukan refund tiket.
  6. Meminta kepada KJRI Jeddah untuk dapat menjembatani pengembalian kontrak-kontrak layanan Haji di Saudi Arabia.
  7. Kemenag agar melakukan pembahasan dengan Satgas COVID-19 Nasional terkait dengan persiapan protokol kesehatan bagi jamaah Umrah.
  8. Kemenag dan asosiasi PPIU/PIHK serta kementerian terkait akan membuat skenario mitigasi penyelenggaraan ibadah Umrah 1442 H apabila Pemerintah Saudi sudah membuka / menerima jemaah Umrah, waktu pelaksanaan akan ditentukan kemudian.

Catatan diskusi :

 

Jamaah Umrah ex 27 Februari 2020

Hasil pertemuan Kementerian Agama RI dengan Kementerian PMK pada 12 Maret 2020, terkait penutupan Umrah pada 27 Februari 2020 :

 

2.393 jamaah

Tertunda keberangkatannya

1.685 jamaah

Tertahan di negara transit

36.012 jamaah

Calon jamaah Umrah yang sudah dijadwalkan berangkat s/d 31 Mei 2020

 

Ketiga kelompok jamaah ini disepakati pada rapat 12 Maret 2020 wajib difasilitasi dan diberangkatkan kembali dan menjadi prioritas utama untuk diberangkatkan  pada musim Umrah 1442 H.

 

Informasi Garuda Indonesia :

  • Jamaah hanya bisa menempuh langkah refund dengan mekanisme akan dikeluarkan voucher (EMD) yang dapat digunakan untuk terbang kembali tanpa biaya tambahan apapun hingga akhir Desember 2020.
  • Komitmen Garuda Indonesia, walaupun kelak terjadi kenaikan biaya penerbangan atas diberlakukannya protokol kesehatan, jamaah tidak akan dipungut biaya apapun. Hal ini berlaku untuk jamaah Umrah yang sudah memegang tiket ex kejadian 27 Februari 2020.

 

Informasi Saudi Airlines :

  • Jamaah diarahkan untuk melakukan full refund tanpa dikenakan pemotongan biaya apapun.
  • Reschedule tidak disarankan, hanya bisa dilakukan hingga 31 Agustus 2020.
  • Sudah dilakukan refund terhadap 72.463 tiket.

 

Rencana Pelaksanaan Umrah 1442 H

Informasi Garuda Indonesia :

  • Sirkular terbaru dari GACA (General Authority of Civil Aviation) Saudi Arabia, maskapai penerbanganhanya diizinkan mengangkut penumpang maksimal 70% dari jumlah kursi (untuk rute Jakarta-Saudi Arabia). Khusus untuk penerbangan evakuasi / repatriasi diizinkan untuk mengisi 100% kursi yang ada (khusus rute Saudi Arabia-Jakarta).
  • Belum ada aturan protokol kesehatan terkait penerbangan Umrah dari pemerintah Saudi Arabia.
  • Sebagai gambaran saat ini Garuda Indonesia sudah terbang ke beberapa negara Asia (Singapore, Thailand, Kuala Lumpur) dan diizinkan untuk mengisi 100% alokasi kursi. Yang dipersyaratkan negara tujuan adalah bukti PCR. Untuk keperluan itu Garuda Indonesia menyediakan fasilitas untuk mendapatkan bukti PCR tersebut, dimana biayanya dibebankan langsung ke penumpang.
  • Skenario penerbangan Umrah yang akan ditetapkan Garuda Indonesia :
    • 100% kursi terisi.
    • 70% maksimal kursi terisi.
    • 50% maksimal kursi terisi.
  • Skenario 100%-70%-50% di atas akan berkorelasi ke biaya penerbangan, Garuda Indonesia belum mengeluarkan informasi apapun terkait biaya ini.

 

Informasi Saudi Airlines : 

  • Tanggal 28 Mar 2020 seluruh penerbangan menuju Saudi Arabia ditangguhkan.
  • Tanggal 31 Mei 2020 sudah dibuka penerbangan domestik.
  • Saudi Airlines memiliki jadwal 40 penerbangan per minggu sebelum pandemi Covid-19 (28 penerbangan dari Jakarta, 4 penerbangan dari Medan dan 8 penerbangan dari Surabaya), dimana 80% terisi oleh jamaah Umrah.
  • Saudi Airlines sudah melakukan revisi perizinan ke Kementerian Perhubungan Indonesia sebagai berikut :
    •  Agustus 2020 menjadi 5 penerbangan per bulan.
    • September 2020 menjadi 13 penerbangan per bulan.
  • Sedangkan periode Oktober 2020 s/d Maret 2021 masih mengacu kepada kebijakan Saudi Airlines sebelum terjadinya pandemi, yaitu  120 penerbangan per bulan, belum diajukan revisi / slot ke Kemenhub RI. 
  • Sirkular GACA tertanggal 21 Juni 2020 menyampaikan bahwa Kementerian Transportasi Saudi Arabia masih menutup penerbangan Internasional dari, ke dan melalui Saudi Arabia hingga waktu yang belum ditentukan.
  • Perkiraan penerbangan Umrah di musim 1442 H sesuai sirkular GACA 28 Mei 2020 :

Jenis Aircraft

Semula

Menjadi

Aircraft Tipe 1

12 kursi bisnis

349 kursi ekonomi

12 kursi bisnis

275 kursi ekonomi (69%)

Aircraft Tipe 2

30 kursi bisnis

383 kursi ekonomi

30 kursi bisnis

246 kursi ekonomi (64%)

Aircraft Tipe 3

383 kursi ekonomi

268 kursi ekonomi (70%)

 

  • Data untuk penerbangan bulan September 2020 sudah over kapasitas.
  • Extra flight sehubungan dibukanya musim umroh baru akan dievaluasi sesuai demand.
  • Kemungkinan ada pembatasan kuota Umroh dari pemerintah Saudi Arabia.

 

Konsulat Haji KJRI Jeddah :

  • Dampak Covid-19 di Saudi Arabia mulai menunjukan penurunan bulan Juli ini, dengan tingkat kesembuhan sudah di atas jumlah suspect.
  • Kebijakan tentang Umrah dan Haji kini dikenadlikan sepenuhnya oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Haji hanya bersifat supporting kebijakan saja.
  • Banyak pejabat baru di lingkungan Kementerian Haji Saudi Arabia.
  • Informasi dari Wakil Menteri Haji bidang Umrah, estimasi UMrah paling cepat baru baru akan dimulai pada 1 Rabiul Awal 1442 H, dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya persyaratan wajib sertifikat PCR bagi jamaah Umrah dan pembatasan usia jamaah maksimal 50 tahun, social distancing (hotel, transport).
  • Asosiasi Hotel di Saudi Arabia sudah mengajukan kenaikan biaya 15%.
  • Terdapat kenaikan pajak sebesar 15%.
  • Airport lama Jeddah sudah tidak dipakai, sudah beralih ke airport baru.
  • Di Saudi Arabia ada program bernama Kafalah, dimana UMKM mendapat santunan dari pemerintah sebesar 15-25 juta riyal.
  • Potensi penyelenggaraan perjalanan ibadah Umrah dan haji sangat tinggi karena adalah bagian tidak terpisahkan dari perekonomian Saudi Arabia. Pasti akan segera diselenggarakan kembali, namun KOnsul belum memiliki data akurat kapan.
  • Konsul akan berperan sebagai mediator bagi PIHK/PPIU yang dananya masih tertahan oleh pihak pengusaha Saudi Arabia (hotel, rumah transit, transport, visa). 
  • Masjidil Haram Mekkah masih ditutup untuk umum, terbatas hanya untuk pegawai dan pengurus Masjid saja.
  • Masjid Nabawi Medinah sudah dibuka untuk umum dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, namun ziarah makam Rasulullah dan Raudah masih ditutup.
  • Belum ada ketentuan apapun terkait protokol kesehatan untuk pelaksanaan ibadah Umrah.
  • E-Umrah sudah siap untuk difungsikan seperti E-Hajj.
built with : https://erahajj.co.id