Dokumen prasyarat :
- Salinan identitas pemohon atau pemilik perusahaan (KTP) serta foto pimpinan perusahaan (3×4) sebanyak empat lembar;
- Salinan NPWP pemilik perusahaan;
- Salinan NPWP perusahaan;
- Daftar riwayat hidup penanggung jawab perusahaan;
- Salinan Akta pendirian perusahaan dan perubahannya (jika ada), beserta SK Pengesahan Kemenkumham RI;
- Struktur organisasi perusahaan;
- Bukti setor modal pada rekening perusahaan;
- Salinan akta jual beli atau akta perjanjian sewa kantor yang disahkan Notaris;
- Denah ruang kantor dan denah lokasi kantor, lokasi harus di daerah perkantoran;
- Izin tempat usaha dari Pemerintah Daerah setempat;
- Referensi Bank;
- Salinan bukti Izin Mendirikan Bangunan (IMB);
- Nomor Induk Berusaha (NIB);
- SPPL+Pendampingan';
- TDUP;
- Data atau dokumen terkait profil perusahaan, baik berupa booklet, leaflet, dan sebagainya;
- Proyek proposal / hasil studi kelayakan;
- UUG (Undang-Undang Gangguan);
- Khusus untuk biro perjalanan wisata, wajib mengisi formulir data paket wisata.
Dokumen diserahkan ke Pemerintah Daerah terkait.
Durasi : 30 hari kerja.
Perkiraan biaya : Rp.15 juta
** Data diperbaharui pada tanggal 1 Januari 2020
Catatan Penting :
Menurut Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), cakupan kegiatan usaha biro perjalanan wisata meliputi :
- Perencanaan komponen perjalanan wisata, seperti sarana wisata, tempat wisata, serta objek dan daya tarik wisata.
- Penyelenggaraan dan penjualan paket wisata.
- Penyediaan layanan wisata yang berhubungan dengan kegiatan pariwisata.
- Penyediaan layanan angkutan wisata.
- Pemesanan akomodasi, tiket ke destinasi wisata, tempat konvensi, serta restoran.
- Pengurusan dokumen perjalanan seperti paspor, visa, maupun dokumen penunjang lainnya.
- Melakukan penyelenggaraan kegiatan ibadah serta kegiatan insentif lainnya.
Bagikan:
Komentar
Mohon login atau registrasi untuk mengirimkan komentar Anda.
Belum ada komentar pada posting ini.